Kamis, 06 Juni 2013

Jurnal Ilmu Pengetahuan Alam



ILMU PENGETAHUAN ALAM

OLEH :
RAHMADI
MAHASISWA SEMESTER IV FKIP MATEMATIKA UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
085359626456
087747602861



ABSTRAK

       Sesuai dengan  makalah yang sudah pernah saya lampirkan, Ilmu alam (bahasa Inggris : natural science) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada rumpun ilmu dimana objeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, serta berlaku kapan-pun dan dimanapun. Tingkat kepastian ilmu alam sangat tinggi mengingat obyek-nya yang konkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti. Tujuan kita adalah dapat  memahami sejarah perkem-bangan ilmu pengetahuan secara umum, penerapan metode ilmiah pada kehidupan sehari-hari, perbedaan antara IPA klasik dan IPA modern, dan peran matematika dalam kehidupan sehari-hari. IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya. Hal ini berarti IPA mempelajari semua benda yang ada di alam, peristiwa, dan gejala-gejala yang muncul di alam. Ilmu dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan yang bersifat objektif. Jadi dari sisi istilah IPA adalah suatu pengetahuan yang bersifat objektif tentang alam sekitar beserta isinya. Jadi, kesimpulannya IPA adalah ilmu pasti yang mempelajari tentang alam.
Hi Friend
Kata Kunci : IPA, Metode Ilmiah, Matematika

A.    Pendahuluan
     Istilah Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA dikenal juga dengan istilah sains. Kata sains ini berasal dari bahasa latin yaitu scienta yang berarti “saya tahu”. Dalam bahasa inggris, kata sains berasal dari kata science yang berarti “pengeta-huan”. IPA merupakan cabang pengetahu-an yang berawal dari fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengeta-huan tentang objek dan fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan apli-kasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam. Dengan demi-kian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum yang teruji kebenaran-nya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah .

B.     Tujuan
    Salah satu tujuan mata pelajaran IPA adalah mengembangkan rasa ingin tahu , sikap positif, kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempe-ngaruhi antara Ilmu Pengetahuan Alam, lingkungan, teknologi dan masyarakat. kita juga mampu menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah yang diha-dapinya, sehingga lebih menyadari dan mencintai kebesaran serta kekuasaan Pen-ciptanya.

C.    Manfaat
      Ø  Dalam Penyediaan Pangan.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi dalam bidang penyediaan pangan melahirkan Panca Usaha Tani yang merupakan program Pemerintah.
      Ø  Penyediaan Sandang
Setelah adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi, telah dikembangkan jenis-jenis serat seperti nylon dan rayon, tetoron, dakron, poliester, tetrek, dan lain-lain
      Ø  Penyediaan Papan
Dewasa ini, para ilmuwan berusaha untuk memanfaatkan lautan dan ruang angkasa sebagai pemukiman.

D.    Teori
      IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di alam. Dapat disimpulkan pada hakikatnya IPA merupakan kumpulan pengetahuan atau IPA sebagai produk ilmiah, cara, atau jalan berfikir dan cara untuk penyelidikan atau IPA sebagai proses ilmiah. Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris : scientific method) merupakan proses keilmuan untuk mem-peroleh pengetahuan secara sistematis ber-dasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan feno-mena alam. Ada beberapa karakteristik metode ilmiah: Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah danmenentukan metode untuk pemecahan masalah. Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesim-pulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia. Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. Bersifat konseptual, artinya proses penelitian di-jalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertang-gungjawabkan. Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan. Matematika merupakan suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan, logis, berjenjang dari yang paling mudah hingga yang paling rumit. (Elea Tinggih dalam Erman Suherman, 2003:16), perka-taan matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”. Matema-tika berfungsi mengembangkan kemam-puan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan trigo-nometri. Matematika juga berfungsi me-ngembangkan kemampuan mengkomuni-kasikan gagasan melalui model matemati-ka yang dapat berupa kalimat matematika dan persamaan matematika, diagram, gra-fik atau tabel.
E.     Pembahasan
      Dengan pemikiran manusia yang rasional, diburunya segala sesuatu untuk diketahui (know how), kemudian diting-katkan bagaimana masalahnya (know whay), akhirnya apakah kegunaan dari sesuatu dalam kehidupan (know use). Peningkatan keadaan ekonomi mendorong manusia mengadakan tempat pemusatan baru dengan terbentuknya kota-kota, se-hingga terjadilah revolusi kota (urban revolution). cara hidup menetap dengan ekonomi mantap, memberikan kesempatan berfikir lebih banyak. Obyek utamanya yang difikirkan oleh manusia adalah alam. Manusia belajar dari alam, dan akhirnya lahirlah pengetahuan alam (natural science). Proses kelahiran dan perkemba-ngan ilmu pengetahuan melalui beberapa periode zaman, diantaranya : Asia, Yunani, Asia Tengah, dan Eropa. Dalam ilmu Ipa sendiri terdapat IPA klasik dan IPA modern. IPA klasik adalah Ipa yang pada umumnya bersifat tradisional, berdasarkan pengalaman, dan atau naluri semata. Sedangkan IPA Modern adalah proses metode keilmuan yang lebih menekankan teori daripada eksperiment/praktek. Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk mem-peroleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melaku-kan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. prediksi yang dibuat ber-dasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperiment. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis ter-sebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ilmiah adalah prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Secara singkat menurut saya metode ilmiah adalah cara-cara atau langkah untuk membuktikan sebuah hipotesis atau pemikiran seseorang sehingga mendapatkan sesuatu yang baru yang biasanya adalah berupa pengalaman yang kemudian didefenisi-kan sebagai ilmu pengetahuan. Pada abad ke xx Matematika merupakan alat praktis dalam memecahkan segala persoal-an. Dalam keadaan perang matematika juga mangambil peranan banyak. Peranan matematika dalam IPA adalah alat bantu untuk mengatasi sebagian permasalahan dalam permasalah hidup manusia. Tanpa matematika, IPA tidak akan berkebang karena IPA mengantungkan pada metode induksi. Dengan Induksi tidak mungkin manusia dapat mengukur jarak antara bumi dan matahari, bahkan mengetahui keliling bumi pada zaman dahulu tidak mungkin. Ternyata penggabungan antara metode induksi dan metode deduksi, Eurasthotenes 240 SM dapat menghitung keliling bumi

F.     Kesimpulan
     Saya sebagai penulis mengakui bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna bahkan jauh daripada itu. Maka tidak heran jika manusia tidak pernah bosan untuk mewujudkan impian, angan, dan cita-cita. Hal inilah yang mendorong kuat manusia untuk teap menemukan ilmu pengetahuan, serta tidak akan puas dengan apa yang sudah mereka raih. Pada mulanya ilmu pengetahuan timbul di Asia, meluas ke Yunani, lalu kembali ke Asia Timur Tengah, kemudian baru ke Eropa. Perbedaan antara IPA Klasik dan IPA Modern pada dasarnya hanyalah pada bahan, alat, dan proses pengerjaannya. IPA Klasik cenderung kepada dengan hal yang lebih tradisional. Sedangkan IPA Modern selalu menggunakan teori, ilmu pengeta-huan, dan alat yang canggih. Penerapan metode sangatlah penting. Yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil yang perfeck. Kini logika saya mengatakan bahwa matematika sangatlah berarti dalam kehidupan ini. Tidak ada kehidupan yang tidak menggunakan ilmu matematika. Karena ilmu matematika mencakup dari seluruh ilmu pengetahuan, maka semua ilmu pengetahuan membutuhkan ilmu hitung.

G.    Daftar Pustaka
Hariwijaya Soewandi dan Estu Sinduningrum. Ilmu Kealaman Dasar, Bogor : Ghalia Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar