ILMU PENGETAHUAN ALAM
OLEH
:
RAHMADI
MAHASISWA
SEMESTER IV FKIP MATEMATIKA UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
E-MAIL
: wenmahtuah@yahoo.co.id
G-mail
: wenkul1993@gmail.com
085359626456
087747602861
ABSTRAK
Sesuai dengan
makalah yang sudah pernah saya lampirkan, Ilmu alam (bahasa Inggris :
natural science) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada rumpun ilmu
dimana objeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum,
serta berlaku kapan-pun dan dimanapun. Tingkat kepastian ilmu alam sangat
tinggi mengingat obyek-nya yang konkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga
disebut ilmu pasti. Tujuan kita adalah dapat
memahami sejarah perkem-bangan ilmu pengetahuan secara umum, penerapan
metode ilmiah pada kehidupan sehari-hari, perbedaan antara IPA klasik dan IPA
modern, dan peran matematika dalam kehidupan sehari-hari. IPA adalah suatu ilmu
yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya. Hal ini berarti IPA
mempelajari semua benda yang ada di alam, peristiwa, dan gejala-gejala yang
muncul di alam. Ilmu dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan yang bersifat
objektif. Jadi dari sisi istilah IPA adalah suatu pengetahuan yang bersifat
objektif tentang alam sekitar beserta isinya. Jadi, kesimpulannya IPA adalah
ilmu pasti yang mempelajari tentang alam.
Kata Kunci : IPA, Metode Ilmiah,
Matematika
A. Pendahuluan
Istilah Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA dikenal juga
dengan istilah sains. Kata sains ini berasal dari bahasa latin yaitu scienta
yang berarti “saya tahu”. Dalam bahasa inggris, kata sains berasal dari kata
science yang berarti “pengeta-huan”. IPA merupakan cabang pengetahu-an yang berawal dari
fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengeta-huan tentang objek
dan fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan
yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode
ilmiah. Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan cabang pengetahuan
yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifikasi data, dan biasanya disusun
dan diverifikasi dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan
apli-kasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam. Dengan
demi-kian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam
yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum yang teruji kebenaran-nya
dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah .
B. Tujuan
Salah satu tujuan mata pelajaran IPA adalah
mengembangkan rasa ingin tahu , sikap positif, kesadaran terhadap adanya
hubungan yang saling mempe-ngaruhi antara Ilmu Pengetahuan Alam, lingkungan,
teknologi dan masyarakat. kita juga mampu menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan
masalah yang diha-dapinya, sehingga lebih menyadari dan mencintai kebesaran
serta kekuasaan Pen-ciptanya.
C. Manfaat
Ø Dalam
Penyediaan Pangan.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan
teknologi dalam bidang penyediaan pangan melahirkan Panca
Usaha Tani yang merupakan program Pemerintah.
Ø
Penyediaan Sandang
Setelah adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan Alam
dan teknologi, telah dikembangkan jenis-jenis serat seperti nylon
dan rayon, tetoron, dakron, poliester, tetrek,
dan lain-lain
Ø
Penyediaan Papan
Dewasa ini, para ilmuwan berusaha untuk
memanfaatkan lautan dan ruang angkasa sebagai pemukiman.
D. Teori
IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena
alam dan segala sesuatu yang ada di alam. Dapat disimpulkan pada hakikatnya IPA
merupakan kumpulan pengetahuan atau IPA sebagai produk ilmiah, cara, atau jalan
berfikir dan cara untuk penyelidikan atau IPA sebagai proses ilmiah. Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris : scientific method) merupakan proses keilmuan untuk mem-peroleh pengetahuan
secara sistematis ber-dasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan
serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan feno-mena alam. Ada beberapa
karakteristik metode ilmiah: Bersifat kritis, analistis, artinya metode
menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah
danmenentukan metode untuk pemecahan masalah. Bersifat logis, artinya dapat memberikan
argumentasi ilmiah. Kesim-pulan yang dibuat secara rasional berdasarkan
bukti-bukti yang tersedia. Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh
ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. Bersifat
konseptual, artinya proses penelitian di-jalankan dengan pengembangan konsep
dan teori agar hasilnya dapat dipertang-gungjawabkan. Bersifat empiris, artinya
metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan. Matematika merupakan
suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan, logis, berjenjang dari yang
paling mudah hingga yang paling rumit. (Elea Tinggih dalam Erman Suherman,
2003:16), perka-taan matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan
bernalar”. Matema-tika berfungsi mengembangkan kemam-puan menghitung, mengukur,
menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan
sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik,
kalkulus dan trigo-nometri. Matematika juga berfungsi me-ngembangkan kemampuan
mengkomuni-kasikan gagasan melalui model matemati-ka yang dapat berupa kalimat
matematika dan persamaan matematika, diagram, gra-fik atau tabel.
E. Pembahasan
Dengan pemikiran manusia yang
rasional, diburunya segala sesuatu untuk diketahui (know how), kemudian diting-katkan
bagaimana masalahnya (know whay), akhirnya apakah kegunaan dari sesuatu dalam
kehidupan (know use). Peningkatan keadaan ekonomi mendorong manusia mengadakan
tempat pemusatan baru dengan terbentuknya kota-kota, se-hingga terjadilah
revolusi kota (urban revolution). cara hidup menetap dengan ekonomi mantap,
memberikan kesempatan berfikir lebih banyak. Obyek utamanya yang difikirkan
oleh manusia adalah alam. Manusia belajar dari alam, dan akhirnya lahirlah
pengetahuan alam (natural science). Proses kelahiran dan perkemba-ngan ilmu
pengetahuan melalui beberapa periode zaman, diantaranya : Asia, Yunani, Asia
Tengah, dan Eropa. Dalam ilmu Ipa sendiri terdapat IPA klasik dan IPA modern.
IPA klasik adalah Ipa yang pada umumnya bersifat tradisional, berdasarkan pengalaman,
dan atau naluri semata. Sedangkan IPA Modern adalah proses metode keilmuan yang
lebih menekankan teori daripada eksperiment/praktek. Metode ilmiah atau proses
ilmiah (bahasa Inggris: scientific
method) merupakan proses keilmuan
untuk mem-peroleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melaku-kan pengamatan
serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk
menjelaskan fenomena alam. prediksi
yang dibuat ber-dasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperiment.
Jika suatu hipotesis lolos uji
berkali-kali, hipotesis ter-sebut dapat menjadi suatu teori
ilmiah. Metode ilmiah adalah prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang
disebut ilmu. Secara singkat menurut saya metode ilmiah adalah cara-cara atau langkah
untuk membuktikan sebuah hipotesis atau pemikiran seseorang sehingga
mendapatkan sesuatu yang baru yang biasanya adalah berupa pengalaman yang
kemudian didefenisi-kan sebagai ilmu pengetahuan. Pada abad ke xx Matematika
merupakan alat praktis dalam memecahkan segala persoal-an. Dalam keadaan perang
matematika juga mangambil peranan banyak. Peranan matematika dalam IPA adalah
alat bantu untuk mengatasi sebagian permasalahan dalam permasalah hidup
manusia. Tanpa matematika, IPA tidak akan berkebang karena IPA mengantungkan
pada metode induksi. Dengan Induksi tidak mungkin manusia dapat mengukur jarak
antara bumi dan matahari, bahkan mengetahui keliling bumi pada zaman dahulu
tidak mungkin. Ternyata penggabungan antara metode induksi dan metode deduksi,
Eurasthotenes 240 SM dapat menghitung keliling bumi
F. Kesimpulan
Saya sebagai penulis mengakui
bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna bahkan jauh daripada itu. Maka
tidak heran jika manusia tidak pernah bosan untuk mewujudkan impian, angan, dan
cita-cita. Hal inilah yang mendorong kuat manusia untuk teap menemukan ilmu
pengetahuan, serta tidak akan puas dengan apa yang sudah mereka raih. Pada
mulanya ilmu pengetahuan timbul di Asia, meluas ke Yunani, lalu kembali ke Asia
Timur Tengah, kemudian baru ke Eropa. Perbedaan antara IPA Klasik dan IPA
Modern pada dasarnya hanyalah pada bahan, alat, dan proses pengerjaannya. IPA
Klasik cenderung kepada dengan hal yang lebih tradisional. Sedangkan IPA Modern
selalu menggunakan teori, ilmu pengeta-huan, dan alat yang canggih. Penerapan
metode sangatlah penting. Yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil yang
perfeck. Kini logika saya mengatakan bahwa matematika sangatlah berarti dalam
kehidupan ini. Tidak ada kehidupan yang tidak menggunakan ilmu matematika.
Karena ilmu matematika mencakup dari seluruh ilmu pengetahuan, maka semua ilmu
pengetahuan membutuhkan ilmu hitung.
G. Daftar Pustaka
Hariwijaya Soewandi dan Estu Sinduningrum. Ilmu Kealaman Dasar, Bogor :
Ghalia Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar